Sambil nunggu misua pulang kerja gue jadi suka nunggu di merica nich.
Menurut gue makanannya banyak variasi dengan harga yg standar lah
Libur Natal kemarin sempetin deh baca buku terbaru "Clara Ng" karena gak kemana-2 alias di rumah saja. Beli bukunya pas lagi ke Gramed GI yg saat itu discount 30% lumayan bgt kan ;-).Gue sich yang pertama di liat cuma pengarangnya aja, gak pake baca sinopsisnya dulu, abis uda nunggu-2 kapan buku barunya keluar hehehe.
Ceritanya unik juga menurut gue, tentang kehidupan penyihir di jaman sekarang.
Definisi hari buruk menurut Oryza--penyihir canggih level delapan.Hari buruk adalah hari ketika rendang melarikan diri dari panci dan terlepas bebas. Cangkir menggigit tangan penyihir lelaki yang mati-matian dijodohkan dengannya. Roti asyik bernyanyi dalam bahasa Rusia dan bersalto di dalam lemari dapur. Kakak dan adiknya berubah menjadi abnormal.Ini bukan hari biasa! Lalu apa yang harus Oryza lakukan?Dimulailah petualangan gila-gilaan mencari penawar racun yang hanya bisa ditemukan di pulau terpencil milik suku penyihir primitif. Pulau yang tak pernah kelihatan di peta Indonesia. Pulau yang disihir hilang: Pulau Varaiya.


Abis selesai makan di mulailah lapar mata, yang ada di pasar beli bika ambon, kue mangkok gula merah, beli sate, daging panggang dan ngohiang. Ternyata mertua gue juga gak kalah seru beli ini itu juga. Pas di depan pasar ada tukang cakwe dan kue batal yang rame banget jadilah gue antri buat beli, lapar mata ceritanya. Sambil liat-2 disana ada tukang soto mie, soto tangkar yang juga rame, tapi perut uda full. Next time deh di cobain. Pas jalan ke arah parkiran ternyata ada tukang es doger, wah enak nich kayaknya, jadilah kita beli dan di bungkus buat makan di rumah emak, ternyata es dogernya enak, gak seperti yang gue biasa beli di jakarta, isinya ada kacang hijau, kelapa muda, alpukat, cendol merah, dan roti, makan segelas gak cukup deh, ternyata emang terkenal tuh es doger depan pasar lama. Segelas cuma Rp 4000.